Semarang, 17 September 2024 || PPG Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi calon guru. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dalam bidang pendidikan yang memberikan materi penting bagi para mahasiswa PPG sebagai persiapan terjun ke dunia sekolah. Pembekalan ini bertujuan membekali calon guru dengan kompetensi profesional dan etika mengajar yang diperlukan dalam menjalani PPL di berbagai sekolah.

Pembicara 1: Sulisnuryati, S.Pd. – Memahami Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

Ibu Sulisnuryati, seorang pakar dalam pendidikan inklusif, membahas pentingnya pemahaman mendalam mengenai karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK). Dalam sesi ini, Sulisnuryati menekankan bahwa calon guru harus memiliki pengetahuan yang baik terkait jenis-jenis kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki oleh siswa, seperti gangguan fisik, intelektual, sosial, maupun emosional.

Beliau menegaskan bahwa setiap guru harus bersikap inklusif, mampu menyesuaikan metode pembelajaran, dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua siswa, termasuk ABK. Pemahaman ini sangat penting dalam proses pendidikan yang berbasis inklusi, di mana semua siswa mendapatkan hak yang sama dalam belajar.

Pembicara 2: Dwi Sulistyaningsih, M.Pd. – Kode Etik dan Tanggung Jawab Mahasiswa PPL dalam Mencetak Guru Profesional dan Berkarakter

Ibu Dwi Sulistyaningsih menyampaikan materi terkait kode etik dan tanggung jawab mahasiswa PPL. Ia menjelaskan bahwa menjadi guru bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga menegakkan standar moral dan etika yang tinggi. Dwi menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalani peran sebagai pendidik.

Mahasiswa PPL diingatkan untuk mematuhi kode etik profesi, berperilaku profesional, serta mengembangkan karakter yang baik selama praktik mengajar di sekolah. Hal ini penting dalam mencetak guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter dan mampu menjadi teladan bagi para siswanya.

Pembicara 3: Dr. Eny Winaryati, M.Pd. – Implementasi Project Based Learning (PjBL) Berbasis Penilaian Otentik melalui Lesson Study

Ibu Eny Winaryati memberikan paparan mengenai implementasi Project Based Learning (PjBL) berbasis penilaian otentik. Dalam sesi ini, beliau menekankan pentingnya penggunaan PjBL sebagai pendekatan yang memungkinkan siswa untuk belajar melalui proyek nyata yang melibatkan eksplorasi, penelitian, dan pemecahan masalah.

Beliau juga menjelaskan bahwa penilaian otentik adalah cara menilai kemampuan siswa berdasarkan tugas yang mencerminkan aktivitas dunia nyata. Dengan menggabungkan PjBL dan penilaian otentik, guru dapat mengukur kemampuan siswa secara lebih komprehensif dan mendalam. Melalui Lesson Study, guru-guru dapat saling bekerja sama dalam merancang, mengimplementasikan, dan merefleksikan proses pembelajaran, sehingga kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas dapat terus meningkat.

Penutup

Kegiatan pembekalan ini memberikan wawasan penting bagi para mahasiswa PPG Universitas Muhammadiyah Semarang dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru profesional. Dengan pemahaman tentang karakteristik siswa berkebutuhan khusus, penerapan kode etik, dan metode pengajaran berbasis proyek, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik selama PPL dan menjadi guru yang kompeten serta berkarakter kuat di masa depan.

Leave a Reply